Produksi Virus Ghazwil Fikri Terus menular. !
Istilah Ghazwul Fikri bukan berasal dari masa Rasulullah ﷺ, melainkan muncul pasca runtuhnya Khilafah Islamiyah Utsmaniyah (tahun 1924). Namun, substansi perang pemikiran sudah terjadi sejak awal Islam, terutama ketika umat Islam mulai berinteraksi dengan peradaban luar seperti Yunani, Romawi, Persia, dan kemudian Eropa.
1. Periode Awal (Abad Pertama Hijriah)
-
Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, umat Islam mulai berkembang dan berinteraksi dengan peradaban lain.
-
Munculnya pemikiran luar seperti filsafat Yunani, logika Aristoteles, dan pengaruh ideologi non-Islam memunculkan aliran-aliran seperti Mu’tazilah, Syiah ekstrim, dll.
-
Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Al-Ghazali melawan penyimpangan pemikiran dengan hujjah ilmiah berbasis Al-Qur’an dan Sunnah.
2. Periode Kejayaan Islam dan Interaksi Intelektual
-
Pada masa Abbasiyah, umat Islam menterjemahkan ilmu pengetahuan asing, tapi tetap menyaring berdasarkan akidah Islam.
-
Namun, serangan ideologis dari luar mulai meningkat, seperti filsafat sekuler, pluralisme, dan pemujaan rasionalisme ekstrem.
3. Perang Salib dan Penjajahan (Abad ke-11 hingga ke-20)
-
Perang Salib (abad 11–13): Selain perang fisik, terjadi penyebaran nilai-nilai Barat dan Kristen ke dunia Islam.
-
Setelah kegagalan militer, bangsa Barat beralih ke penjajahan intelektual dan budaya.
-
Pada masa kolonialisme (abad 18–20), negara-negara Barat menghancurkan sistem pendidikan Islam dan menggantinya dengan sistem Barat.
-
Contoh:
-
Inggris di India dan Mesir
-
Belanda di Indonesia
-
Prancis di Aljazair
-
4. Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (1924)
-
Runtuhnya sistem politik Islam global membuat umat Islam lemah secara politik dan ideologis.
-
Barat memanfaatkan kondisi ini dengan menyebarkan ide-ide seperti nasionalisme, sekularisme, dan liberalisme di negara-negara Islam.
-
Mustafa Kemal Ataturk di Turki adalah tokoh penting yang menerapkan sekularisme secara ekstrem sebagai hasil Ghazwul Fikri.
5. Masa Modern (Pasca Perang Dunia II – Sekarang)
-
Perang tidak lagi berbentuk fisik, melainkan infiltrasi lewat:
-
Media massa dan digital
-
Pendidikan sekuler
-
Budaya pop dan gaya hidup Barat
-
-
Umat Islam perlahan kehilangan kebanggaan terhadap agamanya sendiri, dan cenderung meniru budaya asing tanpa filter.
-
Puncaknya, banyak muncul gerakan Islam moderat/lunak yang mendistorsi syariat demi “toleransi” versi Barat.
6. Kontemporer (Abad ke-21)
-
Ghazwul Fikri berkembang dalam bentuk globalisasi pemikiran, seperti:
-
Pluralisme agama
-
Normalisasi LGBT
-
Feminisme radikal
-
Islamophobia media Barat
-
Digunakan juga istilah seperti:
-
-
-
“Soft power”
-
“Cultural imperialism”
-
-
Negara-negara Muslim dijadikan target eksperimen budaya dan ideologi.
Ghazwul Fikri adalah bentuk penjajahan modern yang menyasar pikiran, bukan fisik. Sejarah membuktikan bahwa kejatuhan umat Islam bukan hanya karena senjata musuh, tapi juga karena rusaknya pola pikir umat sendiri. Oleh karena itu, kebangkitan Islam harus dimulai dari penguatan akidah dan pemikiran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Pemantik dan Pemateri : Ust. Hariadi Hafidzahullah
Editor Arif Kau, ST
29 Oktober 2024, Kelas Tadrib ad-du’at wahdah islamiyah.