CANTIK YANG MENIPU, AURAT YANG TERJUAL.
Kasihan…
Banyak wanita hari ini berlomba-lomba jadi cantik,
Sampai rela dioplos, disuntik, diubah, dipoles.
Skincare jutaan, perawatan bulanan, kadang nyaris tanpa batasan,
Yang dicari bukan sehat,
tapi sorotan. !
Yang dicari bukan ridha Allah,
tapi validasi manusia,
Padahal, setelah wajah dibentuk dan kulit diputih-putih,
ujung-ujungnya malah dibuka ke mana-mana.
Aurat diumbar.
Harga diri dilempar.
Lemah dalam balutan mewah.
Murah dalam pandangan mewah.
Sungguh, di mana lagi letak kemuliaan dan marwah ?
Sadarlah, wahai saudariku.!
Kecantikan sejati tidak terletak pada warna kulit, tapi pada ketakwaan.
Bukan pada bentuk wajah, tapi pada adab dan malu yang mempesona.
🔖 Allah ta’ala berfirman:
وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Cukuplah malu menjadi mahkotamu,
dan hijab sebagai buktimu mencintai Allah dan menjaga kehormatan.
Mari kembali,
Kita rawat diri bukan untuk dipamer,
tapi untuk menjaga amanah Ilahi.
Kita hiasi diri bukan untuk likes dan pujian,
tapi agar lebih dekat kepada Ar-Rahman.
Karena wanita mulia bukan yang paling cantik di mata dunia,
tapi yang paling taat di hadapan Allah.
✍🏻 Dr. Erwinda Zakaria, Lc.,M.H.I., M.A